Orang yang Ikhlas itu keren.
Dicaci atau dipuji, rasa hatinya tetap dalam kontrol. Ketika ada orang
yang menghinanya, maka si penghina seperti sedang menghina udara yang
diliputi bukit-bukit gunung, sesuatu yang tak tampak tapi memesona,
sehingga kehinaan itu kembali pada si penghina. Seperti Gema.
Orang yang ikhlas itu keren.
Ketika ia menyukai kekayaan, maka kekayaan pun berbondong-bondong
menghampirinya. Tapi si ikhlas tidak kemaruk, ia pilih kekayaan yang
halal dan bermanfaat saja bagi dirinya dan semesta. Sehingga justru,
bukan si ikhlas yang sibuk mengejar kekayaan, tapi para kekayaanlah yang
unjuk gigi di hadapannya. "Pilih aku saja!" begitu pinta beberapa
kekayaan yang berburu sentuhan si ikhlas.
Orang yang ikhlas itu keren.
Ketika ia menyukai seseorang maka yang disukainya merasa termagnetisasi
dan ingin mendekatinya. Yang disukainya merasa aman jika
berdekat-dekatan dengan orang yang ikhlas. Sulit menolak cinta orang
yang ikhlas.
Orang yang ikhlas itu keren.
Dadanya lapang. Nafasnya penuh kemaafan. Langkahnya ringan dan terarah.
Ia tidak merasa bingung dengan dirinya, sebab ia hanya merasa menjalani
hidup yang sudah diaturNya. Dia bergerak bukan karena keinginannya, tapi
ia bergerak karena Tuhan menggerakkannya. Jadi, gerakannya nyaris sulit
bernuansa kesia-siaan apalagi bermaksiat.
Mengapa demikian, karena ikhlas
itu itu kosong (bersih) dan berada di bawah (tawadhu). Sedangkan energi
pun air menglir ke tempat yang kosong dan rendah. Sehingga
berbondong-bondonglah energi kehidupan menghampirinya, sehingga saking
banyaknya, ia pun terus berbagi ke semesta. Dan jika pun ada energi
negatif yang turut hadir, maka otomatis terpental darinya, sebab wadah
hati yang kosong dan rendah itu sudah disaring oleh istighfar yang penuh
dengan kemaafan.
Ya Allah, jadikanlah kami orang
yang ikhlas, dan berikanlah kami tanda-tandanya, dan jauhkanlah kami
dari kemusyrikan, kesombongan, dan kemunafikan....
Wallahu alam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar