Suatu
ketika Imam ali bin abi Thalib merasa iba melihat keadaan istrinya
Fatimah yang menumbuk gandum sampai tangannya lecet, menyapu dan
menyalakan api di bawah periuk sehingga pakaiannya terlihat lusuh.
"Kulihat engkau begitu kecapaian. Bagaiman jika engkau minta pembantu
kepada ayahmu untuk meringankan pekerjaanmu?" Maka berangkatlah fatimah
menghadap ayahnya, Rosulullah saw. Didapatinya ayahnya itu sedang
berkumpul dengan orang banyak. Fatimah merasa malu menyampaikan
kepentingannya kepada beliau, karenanya ia kembali pulang. Sementara itu
Rosulullah melihatnya.
Keesokan harinya beliau datang ke rumah
putrinya dan menanyakan maksud kunjungannya kemarin. Imam Ali yang saat
itu berada disitu berkata: "Aku yang akan menyampaikannya ya Rosulullah.
Ia menimba air dan menumbuk gandum sampai tangannya lecet, menyapu
rumah dan memasak sampai lusuh bajunya. Aku suruh ia minta pembantu
kepadamu ya Rosulullah, untuk meringankan tugas-tugasnya."
Mendengar ini lalu Rosulullah berkata,
"Maukah kalian aku beritahu tentang sesuatu yang lebih baik daripada
pembantu?""Mau, wahai Rosulullah" jawab mereka berdua.
Rosulullah saw yang tidak menghendaki
keluarganya hidup dengan situasi yang berbeda dengan masyarakat pada
waktu itu, lalu berkata dengan penuh kasih sayang, "Apabila kalian
hendak tidur, bertasbihlah 33 kali, bertahmidlah 33 kali, dan
bertakbirlah 33 kali."
"Aku rela dengan apa yang diridhoi Allah dan Rosul-Nya!" kata fatimah spontan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar