Rabu, 28 November 2012


 

Suatu ketika Imam ali bin abi Thalib merasa iba melihat keadaan istrinya Fatimah yang menumbuk gandum sampai tangannya lecet, menyapu dan menyalakan api di bawah periuk sehingga pakaiannya terlihat lusuh. "Kulihat engkau begitu kecapaian. Bagaiman jika engkau minta pembantu kepada ayahmu untuk meringankan pekerjaanmu?" Maka berangkatlah fatimah menghadap ayahnya, Rosulullah saw. Didapatinya ayahnya itu sedang berkumpul dengan orang banyak. Fatimah merasa malu menyampaikan kepentingannya kepada beliau, karenanya ia kembali pulang. Sementara itu Rosulullah melihatnya.

Keesokan harinya beliau datang ke rumah putrinya dan menanyakan maksud kunjungannya kemarin. Imam Ali yang saat itu berada disitu berkata: "Aku yang akan menyampaikannya ya Rosulullah. Ia menimba air dan menumbuk gandum sampai tangannya lecet, menyapu rumah dan memasak sampai lusuh bajunya. Aku suruh ia minta pembantu kepadamu ya Rosulullah, untuk meringankan tugas-tugasnya."

Mendengar ini lalu Rosulullah berkata, "Maukah kalian aku beritahu tentang sesuatu yang lebih baik daripada pembantu?""Mau, wahai Rosulullah" jawab mereka berdua.

Rosulullah saw yang tidak menghendaki keluarganya hidup dengan situasi yang berbeda dengan masyarakat pada waktu itu, lalu berkata dengan penuh kasih sayang, "Apabila kalian hendak tidur, bertasbihlah 33 kali, bertahmidlah 33 kali, dan bertakbirlah 33 kali."


"Aku rela dengan apa yang diridhoi Allah dan Rosul-Nya!" kata fatimah spontan.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar